Wednesday, April 12, 2006

SAATNYA MEMBUKA LEMBARAN BARU

"SAATNYA MEMBUKA LEMBARAN BARU"

Setiap orang tentu mempunyai cara yang berbeda dalam
menyambut pergantian tahun. Namun, mungkin juga, ada
sebagian di antara Anda yang tengah diselimuti
penyesalan, karena target tahun lalu meleset.
Akibatnya, ayunan langkah menuju hari esok terasa
berat dan tersendat-sendat. Lalu, bagaimana
mengatasinya?

TARGET HIDUP IBARAT PETA PERJALANAN
Biasanya, setiap memasuki tahun yang baru, hampir
semua orang sibuk menyusun resolusi baru yang berisi
sederet cita-cita, target, dan harapan. Target itu pun
sangat beragam, tapi, apakah setiap orang memang perlu
memasang target?

Sebaiknya, setiap orang memiliki cita-cita dan target.
Sebab, kedua hal tersebut berguna untuk mengarahkan
perilaku Anda. Selain itu, target dapat membuat Anda
lebih fokus dan produktif dalam bekerja. Dengan
demikian, masalah yang mungkin timbul dapat
diantisipasi.

TAK SELAMANYA TERPENUHI
Perasaan sedih, kecewa, malu, dan rendah diri memang
sulit dihindari apabila target tak berhasil terpenuhi.
Apalagi jika orang lain telah mengetahui target-target
yang sudah ditetapkan. Itulah sebabnya, menerima
kegagalan bukanlah perkara mudah.

Namun lebih baik jika memiliki target yang tidak
tercapai, ketimbang tidak mempunyai tujuan hidup sama
sekali. Karena, setiap kali melewati sebuah
permasalahan, seseorang juga akan melalui proses
pembelajaran dan pendewasaan diri. “Jika mau dan
mampu belajar dari kegagalan yang dialami, dijamin
seseorang akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan
lebih bijaksana.

‘BERDAMAI’ DENGAN KEGAGALAN
Agenda sehari-hari yang kelewat padat mungkin kerap
membuat mobilitas Anda tinggi, seakan tak pernah
berhenti beraktivitas. Karena itu, bukan tak mungkin
Anda lupa merenung dan melakukan evaluasi. Padahal,
evaluasi sangat penting dilakukan untuk mengoreksi
setiap tindakan, apakah sudah dilakukan dengan benar
atau belum.

Setiap orang juga memiliki cara yang berbeda untuk
‘berdamai’ dengan kegagalan. Langkah yang tak
kalah penting setelah mengalami kegagalan adalah
merelakan segala peristiwa yang telah terjadi. Yang
dapat Anda lakukan selanjutnya adalah berjuang, untuk
hari ini dan untuk masa depan.

JANGAN TAKUT MELANGKAH LAGI
If you know the enemy and know yourself, your victory
will not stand in doubt, if you know heaven and know
earth, you may make your victory complete. (Jika Anda
memahami musuh dan diri sendiri, kemenangan Anda tak
akan disangsikan. Jika Anda memahami surga sekaligus
memahami dunia, kemenangan yang diperoleh akan terasa
makin lengkap.) - Sun Tzu, ahli strategi perang dari
Cina.

Pada awalnya, bangkit kembali setelah mengalami
kegagalan mungkin tak terasa mudah. Hal pertama yang
perlu dilakukan adalah mencoba memahami diri sendiri.

Pemahaman terhadap diri sendiri penting dilakukan agar
Anda dapat menentukan target yang ingin diperoleh
secara proporsional. Maksudnya, target yang disusun
sebaiknya tidak berada di luar jangkauan kemampuan.

Satu hal yang perlu Anda ingat adalah tidak
memosisikan target sebagai segala-galanya dalam hidup
ini. Menentukan target, sih, boleh-boleh saja, tapi
Anda perlu menempatkannya sebagai patokan dalam
bertindak dan menjalani kehidupan sehari-hari. Tak
perlu takut menghadapi kegagalan. Toh, Anda justru
bisa memetik pelajaran berharga dari kegagalan itu.
Jadi, apakah Anda sudah siap melupakan masa lalu dan
membuka lembaran kehidupan yang baru?

(taken from : femina-online)

No comments: