Wednesday, May 31, 2006

Agar Merek Jadi Hidup

Ini aku dapet dari sebuah millist periklanan, isinya lumayan bagus untuk mereka yang menyukai dunia pemasaran. Selamat menikmati....


Adakah hubungan antara merek dan layanan yang diberikan kepada pelanggan? Tak mudah menjawab pertanyaan ini. Kebanyakan orang menganggap branding hanya berkaitan dengan masalah penamaan produk
dan aktivitas promosi. Aktivitas branding pun akhirnya hanya berkisar di kedua hal itu.

Padahal, branding juga menyangkut sejumlah hal lain. Merek harus dicerminkan dalam setiap aspek budaya organisasi perusahaan; terutama ketika terjadi interaksi antarmanusia (antara karyawan dan pelanggan), yaitu dalam hal layanan. Layanan yang diberikan kepada pelanggan harus mampu mendukung dan meningkatkan merek perusahaan atau produk. Dengan menjalankan layanan seperti ini, merek pun akan menjadi hidup.

Argumen inilah yang dikemukakan Janelle Barlow dan Paul Stewart dalam buku mereka Branded Customer Service. Menurut mereka, ekuitas merek dibangun bukan hanya melalui iklan atau aktivitas public relations, tetapi juga melalui layanan yang diberikan.

Karena itu, perusahaan harus melakukan on-brand service, yaitu layanan yang selaras dengan apa yang dijanjikan merek (brand promises). Mereka mengatakan, jika pesan merek yang disampaikan lewat upaya iklan dan promosi lainnya tidak sejalan dengan layanan yang diberikan karyawan, perusahaan ini hanya membuang uang dan mungkin memiliki masalah citra.

Penulis mengilustrasikan hal ini dengan pengalaman pribadi. Janelle Barlow beberapa tahun lalu melihat tayangan iklan di televisi tentang layanan terbaru kantor pos di Amerika Serikat.

Karena sangat terkesan, dua hari kemudian ia mencoba layanan terbaru ini di kantor pos dekat rumahnya. Ternyata, gedung kantor pos itu tidak sebagus dan sebersih seperti yang ditayangkan pada iklan. Begitu pula karyawannya, tidak seramah dan semenarik seperti yang ada pada iklan.

Namun, ia sadar. Setiap iklan tentu dibuat sedikit berlebihan atau paling tidak menampilkan citra terbaik yang dimiliki perusahaan. Dan memang, pesan utama yang disampaikan dalam iklan tersebut bukan kenyamanan kantor pos atau keramahan petugasnya, melainkan murahnya harga layanan itu.

Setelah antre beberapa lama, ia menuju konter dan berkata kepada petugas bahwa ia ingin menggunakan layanan terbaru seperti yang diiklankan di teve. Petugas kantor pos itu menatapnya, kemudian menjawab, "Harganya tidak murah."

Bisa dibayangkan, perusahaan telah menghabiskan banyak uang untuk melakukan positioning produk, tetapi hal ini dengan cepat dan mudah dihancurkan oleh seorang karyawan saja! Ini menunjukkan bahwa kantor pos itu tidak atau kurang mempersiapkan ribuan karyawannya untuk menjalankan on-brand service terhadap pelanggan yang ingin mencoba layanan terbaru tersebut.

Ketika manusia banyak berperan dalam pemberian layanan kepada pelanggan, kita akan lebih sulit menjamin terpenuhinya ekspektasi pelanggan seperti dalam iklan. Inilah tantangan utama bagi perusahaan dengan tingkat kontak layanan pelanggan yang tinggi (misalnya, perusahaan otomotif, telekomunikasi, hospitality, maskapai penerbangan dan perusahaan peranti lunak) atau perusahaan yang produknya diberikan secara eksklusif lewat orang (misalnya, kantor akuntan, rumah sakit, atau kantor pengacara).

Selain menjelaskan pentingnya on-brand service, penulis juga menguraikan empat strategi customer service (CS) yang selama ini biasa dijalankan perusahaan.

Strategi pertama memandang CS sebagai biaya (CS as a cost). Strategi ini menganggap CS tidak diperlukan dan bukan sesuatu yang esensial. Transaksi yang terjadi pun hanya bersifat jangka pendek.

Strategi selanjutnya, CS dipandang sebagai hal yang perlu (CS as a necessity). Di sini, CS dibutuhkan karena pesaing sudah menawarkannya. Namun, perusahaan yang menjalankan strategi ini masih menganggap CS sebagai biaya, bukan investasi pemasaran.

Strategi ketiga memandang CS sebagai keunggulan kompetitif (CS as a competitive advantage). CS dipandang sebagai salah satu strategi mengembangkan bisnis. Karyawan dilatih memperhatikan pelanggan dan manajemen perusahaan peduli terhadap peringkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang didapat melalui survei-survei.

Strategi keempat, yang tertinggi, adalah memandang CS sebagai ekspresi hidup yang penting dari merek (CS as an essential living expression of the brand). CS dipandang sebagai aspek terpenting organisasi. Di sini setiap titik sentuh dengan pelanggan (touch point) mencerminkan merek. Pelanggan akan merasa memiliki hubungan emosional dengan perusahaan. Strategi inilah yang harus diterapkan setiap perusahaan.

Kemudian, pertanyaannya, bagaimana perusahaan bisa menjalankan strategi keempat ini sehingga layanan yang dijalankan adalah on-brand service?

Jawabannya ada di bagian akhir buku ini. Di bagian ini, penulis melengkapi dengan Toolbox yang dapat membantu karyawan memahami masalah merek secara umum, merek produk atau perusahaan Anda secara
khusus, dan peranan karyawan dalam memberikan layanan yang sesuai dengan merek tersebut.

Memang, branding merupakan tanggung jawab setiap pihak dalam perusahaan, bukan hanya manajer merek atau manajer produk. Departemen sumber daya manusia perusahaan pun sesungguhnya berperan penting terhadap pembentukan dan pengembangan merek.

Tak pelak, buku ini merupakan terobosan penting dalam dunia bisnis. Ia mampu memberikan perspektif baru terhadap dua hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan " layanan dan merek " tetapi selama ini dijalankan dengan strategi yang tidak berkaitan satu sama lain. Inilah buku yang patut dibaca jika Anda ingin menjalankan layanan yang selaras dengan apa yang dijanjikan merek Anda (on-brand service).

Friday, May 19, 2006

Obsesi...



.....
“Bondaaaan….pulang…Eta pagarna bawa!!!!” bentak seorang bapak berambut plontos dan berkumis.
Kemudian salah seorang yang disebut namanya yang lagi asyik-asyiknya maen basket, menghentikan permainan lalu dengan mimik wajah kecewa campur takut keluar dari arena, ngeloyor pergi melewati bapaknya.
“Belegug siah…!!! Omel bapak yang tadi.
.....

Itu sedikit adegan sebuah iklan produk rokok yang berhasil masuk kedalam mind set aku. Aseli adegan ini menurutku lumayan lucu dan menghibur, apalagi dengan aksen dan bahasa campuran yang sunda pisan.
Mengusung tema “apa obsesimu”, sejak kemunculan iklan pertamanya yang versi sutradara, rokok ini sepertinya berhasil meraih awareness yang cukup tinggi. TVC nya pernah dibahas di millist kritik iklan, juga di sebuah media bagaimana proses creative itu muncul.
Versi pertama (Sutradara) sepertinya yang memang keren banget. ”Siapa seh elo…?” kata-kata ini sering kali diucapin oleh banyak kalangan sekarang. Aku sendiri nggak bosan-bosan melihat iklannya. Mungkin mereka target audience rokok ini ketika melihat iklan, merasa ini iklan gue banget ! syukur-syukur langsung berpikir, “iya…ya obsesi gue apa ya.…?”
Setiap orang pasti mempunyai sesuatu yang menjadikan obsesi hidupnya, obsesi itu semangat hidup, cita-cita hidup. Dengan obsesi, kita memiliki arah dan tujuan dalam melangkah. Hendak dibawa kemana hidup kita yang hanya sekali didunia ini. Setidaknya ada planning jangka pendek dan jangka panjang dalam rangka meraih obsesi tersebut.

Menikah hmmm…mungkin itu salah satu obsesi jangka pendek ku (yang seperti ini bisa dikategorikan obsesi bukan yah…? ). Apapun namanya, pokoknya itu menjadi salah satu harapan dan keinginanku. Aku khawatir sepertinya orang sepertiku sudah dikategorikan wajib untuk menikah. (..duuuh gusti mohon ampun atas kelemahanku yang satu ini). Betapa tidak, secara ekonomi insya Allah aku sudah dikategorikan cukup untuk menghidupi satu isteri mah (bahkan lebih dari 1 pun insya Allah masih cukup hehehe), ilmu tentang nikah sedikit-dikit tahu lah, rukun dan syarat nikah.
Kalonggak salah rukun nikah tuh :
  1. Ada calon mempelai wanita dan mempelai laki-laki
  2. Adanya Ijab (penyerahan dari wali wanita), Ijab tuh kata-kata yang diucapkan oleh si wali/penghulu “Saya nikahkan engkau dengan ….bin …dengan mas kawin…dibayar cash”
  3. Adanya Qobul (penerimaan dari mempelai laki-laki), “Saya terima nikahnya (siapa ya hehe) bin fulan dengan mas kawin …dibayar cash.” (duuuh kok deg-degan begini)

Kalo Syaratnya sih :

  1. Kedua calon mempelai sudah jelas orangnya
  2. Kedua calon mempelai ikhlas dan ridha satu sama lain Adanya wali dari mempelai wanita
  3. Adanya 2 orang saksi

Ada yang kurang nggak yah? Sebentar…oh ya, kalo mahar bukannya wajib? Mahar atau maskawin mungkin dimasukkan dalam rukun nikah. (wah mesti tanya ustadz lagi nih..).

Sebenarnya kalau ditilik-tilik, kita sendiri yang menyebabkan sesuatu itu jadi susah. Semuanya teramat mudah, Cuma kita yang kadang-kadang mempersulit diri sendiri (kayak tagline ikan sebuah rokok…gampang dibikin susah..tanya kenapa…?). Tercatat olehku 2 kali kesempatan untuk menikah itu pernah datang.
Pertama tawaran dari murrobi lewat sebuah sms.
”Akhi…ada akhwat cakep berminat…?” demikian bunyi sms-nya.
Deg ..aku dapat sms ini sontak kaget.
“waduuh gimana jawabnya nikh…”celetuk dalam hati sambil nyari jawaban yang agak enak.
“Afwan Pak, ditawarkan ke ikhwan lainnya aja dulu, kalo ane mah nanti insya Allah kalo siap menghubungi antum.” Blaaaas…terkirim ke murrobiku.
Itu terjadi kira-kira awal tahun lalu (atau akhir 2004).
Kemudian pas Ramadhan tahun 2005 lalu, sehabis pulang taraweh ketika asyik mentadarusi Alquran. Datang sms dai seorang akhwat,
“Ass. Kak Maman mohon maaf mengganggu malam ramadhan kakak, murrobiyah Wat tadi sms, ada seorang ikhwan yang ingin ta’aruf dengan Wat, ikhwan tersebut berasal dari Jawa Tengah, Cuma ama Bapak Wat nggak disetujui karena jauh. Bapak malah bilang kalau dengan Kak Maman lebih sreg dan setuju. Tapi Wat bilang, kemungkinan Kak maman sudah punya calon. (bukan begitu kak?). Nah Wat ingin minta pendapat kak maman…?
Kaget, takut dan lainnya jadi satu, itu yang waktu itu aku rasakan. Kalau dari isi sms-nya aku sudah bisa ambil kesimpulan, bahwa akhwat ini sebenarnya secara tidak langsung menawarkan dirinya untuk kupinang. (bukan begitu bukan..?)
Dengan akhwat ini aku ketemu 2 kali, pertama tahun 2000 dan terakhir September 2005, dua-duanya di rumahnya. Antara tahun 2000 – 2005 sangat jarang komunikasi, paling sekedar sms ataupun email. Dia seorang daiyah, sering menjadi narasumber diacara talkshow disebuah radio di Tangerang, mempunyai jiwa wirausaha tinggi, karena selama kuliah menjual busana muslim dan sekarang pun memiliki sebuah toko busana dan perlengkapan muslim di Tangerang. Inilah yang bikin aku ragu-ragu, dia seorang aktifis, mempunyai wawasan keislaman yang tinggi, kalau harus bersandingkan dengan aku, apajadinya dia, seharusnya ikhwan yang akan mendampinginya sepadan baik kecakapan maupun wawasannya.
“Wa’alaikum salam, Menurutku sebaiknya ukhti pertimbangkan tawaran dari murrobiyah ukhti, jalani prosesnya dulu. Aku yakin murobiyah anti pasti tau kapasitas ikhwan tersebut, makanya ditawarkan ke anti. Dan aku haqul yaqin, ALLAH akan memberikan sesuatu kepada kita, karena kita patut untuk mendapatkannya.”
Demikian balasan smsku, setelah sebelumnya aku discuss dengan beberapa orang teman termasuk murrobiku.

Hari Raya Idul Fitri kemarin, ketika aku ucapin selamat hari raya sambil minta maaf via sms, dia bales dengan ucapan yang sama dengan tambahan.
“Proses ta’aruf kemarin nggak lanjut kak.”
Bukannya GR, tapi kalo dari isi sms-nya sepertinya masih mengharapkan aku untuk berproses dengan dia.

……..

Iya kan…? Kalo waktu itu aku sudah mempunyai keteguhan hati, kemungkinan besar sekarang sudah ada si jundi mengelayutiku, kemungkinan besar cerita ini tidak akan sampai seperti yang anda baca ini. So…mudah-mudahan semuanya bisa jadi pembelajaran buatku. Untuk segera membulatkan niat, menyempurnakan ikhtiar untuk menggapai salah satu obsesiku ini.

Ssssstt jangan bilang-bilang...sekarang aku lagi hunting nih. Wish me luck OK..!!!

Monday, May 15, 2006

Sepanjang Jalan Kereta Api Antara Sudirman Manggarai

Adalah Taman Latuharhary (gimana nulisnya ya?) yang selalu aku lintasi ketika aku pulang kerja. Bagi sebagian orang mungkin tidak begitu kenal dengan taman ini, orang lebih kenal dengan taman lawang.. ya Taman Lawang. Aku belum tahu bagaimana ceritanya taman latuharhary lebih tenar disebut taman lawang. Kalo Latuharhary mungkin nama seorang pahlawan kali ya…?
Ketika orang mendengar nama taman lawang, pasti didalam pikirannya yang terlintas adalah pangkalan para waria yang menjual jasa pemuas kebutuhan sexual bagi sebagian orang yang aku pikir pasti memiliki kelainan jiwa. Bagaimana tidak, Tuhan sudah menciptakan makhluknya yang terindah yang disebut wanita, sebagai teman untuk mencurahkan segala asa dan rasa, tapi orang-orang sakit jiwa ini malah melarikan kebutuhannya ke para waria.
Tunggu dulu….jangan divonis sakit jiwa seperti itu dulu. Mungkin saja, orang-orang hidung belang itu sekedar ingin tahu, sekedar ingin merasakan, dan sekedar-sekedar lainnya, tapi pada dasarnya mereka adalah orang-orang normal, yang masih memerlukan wanita.
Bagiku ketika orang sudah menggunakan logika terbalik, artinya ketika sebagian besar orang bertindak A, tapi mereka malah bertindak B, ketika orang sudah tidak lagi mendengarkan bisikan hati nuraninya, orang-orang itu sudah dikategorikan jiwanya sedang sakit, kondisi psikisnya terganggu, cahaya didalam hati nuraninya sedang redup.
Oh ya…ngomong-ngomong di area taman lawang dan sekitarnya, sepertinya sudah menjadi area lokalisasi. Di area ini tersedia bajakan atau orgi hahaha, yang bajakan adalah mereka para waria, dan orgi, anda tahu sendiri. Aku kadang-kadang secara terlintas melihat bagaimana sekumpulan gadis muda belia yang kira-kira usianya 15-20 tahun, berdiri di beberapa tempat remang-remang sepanjang jalur kereta api Manggarai –Sudirman. Miris sekali melihat pemandangan seperti itu. gadis-gadis muda, usia sekolah, sudah menjadi pemuas hidung lelaki yang belang.
Pemandangan seperti itu aku jumpai hampir setiap malam, nggak tahu bagaimana kalo lewat jalan itu malam minggu mungkin lebih rame kali…
Tepat disimpangan lampu merah, ternyata di situ ada Pos Polisi. Di belakang pos polisi ini terlintas jalur kereta api manggarai-sudirman yang dijadikan pangkalan gadis-gadis itu menjajakan dirinya.
Kontras sekali, didepan Pos polisi, Polisi kan pengayom & pelindung masyarakat yang seharusnya membersihkan penyakit-penyakit masyarakat. Tapi dibelakangnya penyakit dibiarkan leluasa beredar. Seolah-olah polisi disitu menjadi pelindungnya malah.

Atau jangan-jangan …??? seribu macam pikiran menari dihati…

Thursday, May 11, 2006

Bubur Ayam

Padahal beberapa hari belakangan ini kerjaan lagi kosong, paling hanya monitoring dan menyiapkan beberapa request dari client, tapi pulang dan pergi kulalui seperti biasanya. Berangkat jam 6 dari kost-an, kalau perut lagi nagih banget, biasanya sebentar mampir di kedai kopi pinggir jalan dekat kampus STEI Rawamangun.

Pagi tadi berangkat jam 6 kurang dikit (palingan 10 menitan), niatnya memang pengen mampir di kedai itu. Sebentar memanaskan motor, yang penting olinya naek, ngomong-ngomong oli biar cepat naek, ada tips dari seorang teman, katanya sebelum menghidupkan mesin, lampu indikator mesin dalam keadaan hijau, “selah” (kickstarter) dikocok-kocok turun naek beberapa kali (teman menganjurkannya 5 kali), baru setelah itu mesin dihidupkan.

Back to line, tepat jam 6 lewat 5 menit, aku bergerak perlahan meninggalkan “asrama”, sepanjang perjalanan yang kupikirkan adalah menu sarapan pagi ini, minumnya sih sudah jelas STMJ maaan. Minuman ini rasanya hangat dan berenergi, Susu, Telor, Madu, dan Jahe gitu lohhh. STMJ di kedai ini diracik sendiri, tidak dalam bentuk instant yang tersedia banyak di warung-warung eceren buatan Sido Muncul (nggak penting banget gitu J).

Awalnya sih ketika pertama kali mampir di kedai dan order STMJ, yang ada dalam benak ya itu STMJ instant yang siap tinggal seduh itu, tapi ternyata beda euy, Jahe nya diparut sendiri, kemudian direbus sampai mendidih, telor ayam kampung diambil kuningnya saja lalu diaduk campur dengan susu cair kental Cap Carnation (hampir semua kedai seperti ini kayaknya pakai merk ini, tanya kenapa??), setelah air jahe mendidih lalu dituangkan kedalam gelas campuran telor dan susu tadi. STMJ aseli siap dihidangkan. “Sruuuput….hmmm..” kebayang nggak pagi-pagi menyeruput segelas STMJ

M: “Bubur kacang..? ..”kayaknya agak enek kalo minum STMJ terus sarapannya bubur kacang…” (kan bubur kacang juga ada jahe nya ya)
M: “Indomie…? (sorry nyebutin merk lagi)…”tadi malam makan malamnya pake mie, katanya nggak baik kalo kebanyakan makan mie..(termakan informasi lewat millist nih)”
M: “Bubur ayam..?” uhhh….kalau saja di kedai itu ada bubur ayam....” karena sepanjang yang aku tahu nggak jual bubur ayam, baik yang dikiri maupun kanan kedai lainnya.
M: “Roti bakar / pisang keju..?” ya mungkin salah satu dari menu ini…pokoknya keputusannya nanti pas gek duduk di kedai…

Jam 6 lewat 15 menitan, kedai sudah ada didepan mataku. Aku berhenti tepat didepannya. Pandangan mata beberapa saat tertuju pada sebuah sunblind yang masih baru kayaknya, tau kan sunblind..?” penutup kedai yang terbuat dari kain, yang bertuliskan nama kedai dan menu-menu yang dijual ituloh.
Sunblind tersebut terpasang di kedai sebelah kanan dari kedai yang biasa aku mampir. Di sunblind tersebut tertulis beberapa menu yang dijual dan bubur ayam salah menu yang dijual di kedai itu.

M: “Wah…ada bubur ayam…kebetulan pas “ngidam” pengen makan bubur ayam eeh…pas “ada yang jual.

Ya sudah deh, akhirnya motor kugerakkan sedikit menuju kedai tersebut. Sebentar kemudian aku sudah menjumpai diriku duduk di kedai itu.

M: “Mas ada bubur ayam yah…” tanyaku pada salah seorang di kedai tersebut, karena ada 3 orang yang menjaga kedai.
PK1 : “ ada….” Sahut salah seorang kedai .
PK2 : “nggak ada…” Sahut salah seorang lainnya

Nah lho…kok berselih paham begini…mataku bolak-balik memandang kedua penjaga kedai tsb..

PK1 : “ ada..ada….ada kok” Sahut nya lagi dengan keyakinan mantap.
PK2 : “nggak ada…eta kan can asak, teu acan jadi bubur” timpal si kedai satunya dengan yakin pula, dengan bahasa campuran seperti kebanyakan pemilik kedai yang ada dipinggir jalan lainnya, mereka adalah orang-orang sunda.

PK1 : “ atos kok, tos asak, tos jadi bubur” Keyakinannya bertambah mantap nih.

Si penjaga kedai 2 sepertinya males untuk melanjutkan omongannya, dengan membiarkan si penjaga kedai 1 segera menyiapkan bubur ayam pesananku plus STMJ.

Singkat cerita, bubur sudah siap dihidangkan, dan….uuuhh jadi nggak nafsu sarapan deh lihat tampilan tuh bubur. Benar lah apa kata si penjaga kedai 2, emang bubur ini masih belum layak untuk dikatakan bubur, bentuknya masih kasar-kasar, berbentuk nasi yang bengkak. Dan iiiihh…rasanya bubur ini mak, Cuma rasa kaldu ayam aja yang menguahi bubur. Tapi mau nggak mau, daripada perut lapar dan rugi bandar, terpaksa kulahap juga walaupun yang kulahap hanya potongan-potongan ayamnya saja.

M: “ Mas…mas…lain kali kalo emang belum matang, mbok ya jangan dipaksain… Begini nih jadinya, kamu baru saja kehilangan 1 pelanggan.” Gerutuku dalam hati Karena aku sudah memutuskan besok-besok nggak kesini lagi, balik lagi ke kedai sebelah yang biasa kusinggahi.”

…….

Satu hal yang perlu dicatet, sekecil apapun product yang anda jual, anda harus memperhatikan benar dan detail dengan product tersebut. Kalo apa yang kualami diatas promonya mungkin sudah benar, dengan cukup memasang sunblind yang eye catching, hurufnya gede-gede memudahkan orang tahu apa yang ada di kedai tersebut, lalu setelah orang tahu tentang jualan anda dan kemudian ingin trial dengan apa yang anda jual, tapi ternyata product tersebut tidak sesuai dengan yang orang harapkan, artinya standar kualitas jauh panggang dari api, yaaa…anda siap-siap aja kehilangan calon customer, karena setelah trial pertama tapi productnya bermasalah, peluang kemungkinan orang untuk repurchase bisa jadi nol besar.

Mmmm…mayan lah dapat pelajaran pagi ini….

Thursday, May 04, 2006

Effective TV Commercial

Effective TV Commercial


Put People in Your Commercial
People relate to other people. Putting people into your commercial
can help draw your target audience in as opposed to a 30 second shot
of your building's interior, exterior and the parking lot. You don't
want your commercial to look hokey so you do want to be careful
about having people waving at the camera or standing there smiling.
Have them doing something that relates to your business so your
commercial doesn't look like a photo that's come to life.

Plan Out Your Video
Using a furniture store as an example, you may have ten different
kinds of recliners, eight living room sets and six bedroom suits you
want to feature. You're going to have to narrow those shots down
because you simply can't get them all into a :30, :45 or even a one
minute commercial without flashing so many different pieces of video
on the screen that your potential customers will feel like they're
in a lightning storm.

Wide shots of your showroom are good to get a bunch of your
furniture displayed at once and you can select a few items you want
to be featured alone. It's crucial you not cram a bunch of video
into the small amount of time you have for your commercial. Your
video should tell the story about what you're advertising even if a
customer has their volume turned down.
Writing the Script
Make sure your commercial's script times out to 30 seconds (or
however long you have bought air time for). Use short sentences that
grab your potential customer's attention. You've got a very limited
time frame to capture your audience and you need to get your message
across quickly. Don't get wrapped up in long sentences. Keep them
short and punchy. Your audio should also tell the customer what
you're advertising even if the customer is in another room and can't
see the TV when your commercial airs.

Audio and Video Must Match
When writing your commercial, you must make sure your audio and
video match. When you're talking about new car models arriving, you
don't want to see video of the current year's make. When you're
talking about your big showroom of furniture, you don't want to see
the building from the street. You must merge your audio and video to
create a powerful sales tool.

Never Forget Your Call to Action
Your call to action gets customers to buy or act now. Don't get to
the end of your commercial and leave off your call to action. You
want to tell customers to visit today and give your complete contact
information, including Web site address, phone number and street
address (giving a quick line about how to find you if possible). For
example, "That's Simple Designs, located next to the old train depot
downtown


Stick to Time
You've bought a :30 commercial package. As tempting as it might be
to squeak in an extra few seconds, you just can't do it. Your
commercial must time out to the exact time you've paid for. Going
over will only get your all-to-important call to action clipped
because those last few seconds will be cut off when your commercial
airs.

Hiring a Production Company
Of course, you want your commercial to be professional. You can hire
a production company or many television stations have their own
production companies in-house. They can handle all aspects of your
commercial, including writing, shooting and editing your commercial.
Shop around for prices. Some production companies are able to offer
you a commercial package for as low as $100 that will include still
pictures shot with a high quality video camera.

Scheduling Your Commercial
Placement of your commercial is very important. It determines who
will see your commercial and how much you will pay for its air time.
Having your commercial air at 3 a.m. will save you money but if you
don't reach your audience it's not money well spent. The same holds
true for the station you're airing your ad on as well. If you're
advertising your maternity clothing store, you don't want schedule
air time on TV with your local cable company.

Frequency
Television is less demanding on frequency than radio but it still
deserves more than a one-shot deal. If you were advertising during
the Super Bowl, that would be a completely different story. But on
the local level, you need to identify the key times your ad should
run and buy enough air time for your commercial to reach your
audience at least twice. More times would be ideal.

Consistency
Use the same announcer, jingle, fonts, colors, etc. to keep your
commercial consistent. This helps people start to get to know your
company by all of these factors. The more you recognize the lady
pitching the hair salon down the street, the more you know exactly
what that company's name and address is before she even speaks in
the commercial.

-taken from millist advertising-

Mendengar TV Lebih Efektif Daripada Menontonnya

Mendengar TV Lebih Efektif Daripada Menontonnya
March 9, 2006 (www.rsi.sg)

Saudara, berdasarkan temuan yang didapat dari beberapa respondennya, Head of Researcher dari The Brand Institute, Inu Machfud, menemukan bahwa membuat iklan yang efektif tidak melulu dipengaruhi tampang manis bintang iklannya. Berikut penjelasannya.
Pelaku bisnis yang berbahagia, kali ini kita masih bicara mengenai target konsumen ibu rumah tangga. Pasar untuk produk consumer goods yang menyasar kepada target konsumen ini saat ini memang cukup padat. Berbagai macam cara dilakukan oleh produsen untuk memikat target market ini. Wajar saja, karena seperti yang telah kita bahas sebelumnya, ibu-ibu adalah penentu pembelian produk consumer goods dalam nilai dan volume yang cukup signifikan.
Iklan memang dipercaya sebagai salah satu alat yang cukup ampuh untuk merayu ibu-ibu ini membeli produk yang ditawarkan. Seperti yang terungkap dari pernyataan mereka dalam banyak Focus Group Discusion yang kami lakukan, mereka sendiri sering menyatakan , "­kita ini memang korban iklan kok¡". Masalahnya, pasar consumer good yang padat juga berarti tayangan iklan yang padat. Terutama di media televisi, untuk target konsumen ibu-ibu. Beberapa klien kami pernah meminta kami untuk mendiskusikan dengan mereka, tampilan seperti apa yang bagus dan disukai oleh konsumen ibu-ibu, dan terutama : siapa model iklan (talent) yang bisa diangap representative. Menjawab permasalahan ini memang tidak mudah. Setiap produsen pasti ingin menggunakan talent yang terbaik. Namun banyak sekali factor yang menyebabkan hal ini dikompromikan dengan kondisi yang ada. Saudara, untuk menyiasati hal ini, menarik untuk ditelaah, bagaimana sebenarnya target konsumen ibu-ibu ini merepons tayangan iklan televisi. Sebagian besar ibu rumah tangga memang, dan pasti, suka menonton televisi. Namun ada bagian terbesar dari penonton tersebut adalah ibu rumah tangga biasa, kemudian setelah itu adalah ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah ataupun kerja paruh waktu.
Bagi mayoritas ibu rumah tangga, menonton TV secara eksklusif (focus hanya menonton, tidak melakukan aktifitas lain) dalam sebagian besar waktu mereka dalm sehari hampir tidak mungkin. Hal ini dikarenakan mereka juga mengerjakan aktifitas mengurus rumah tangga. Demikian pula dengan ibu yang bekerja. Dalam sehari, paling banyak mereka hanya menghabiskan waktu 1 hingga 2 jam untuk menonton TV secara eksklusif. Implikasinya adalah, cara mereka menonton TV cenderung bukan disaksikan, tetapi "didengarkan". Menarik untuk disimak penuturan mereka berikut ini ,"....ya kita kan sambil masak, sambil ngurus anak. Kebanyakan kita tinggal (TV-nya) jadi kita sambil dengerin aja tuh. Nanti kalau ada yang bagus baru kita perhatiin...".
Dari sini bisa kita analisa, bahwa walaupun gambar atau image pengaruhnya cukup kuat terhadap konsumen, dengan pola menonton TV seperti ini, pesan yang disampaikan melalui suara seperti penuturan announcer, dialog ataupun jingle punya peranan yang cukup berarti untuk menghantarkan pesan anda berulang-ulang kepada konsumen. Saudara, setelah melihat hasil telaah ini, dapat kita ambil sebuah pemahaman bahwa penampilan talent dalam iklan televisi untuk target konsumen ini bukanlah faktor utama yang mampu memikat konsumen. Dalam hal ini pesan iklan itu sendiri yang merupakan faktor utama yang perlu kita rekayasan dan kita kembangkan secara maksimal dalam setiap komunikasi yang kita lakukan. Jadi, mulai sekarang apa bila anda menggunakan talent yang menurut anda berpenampilan"biasa" saja untuk iklan anda, tidak perlu khawatir. Karena anda telah mengetahui bahwa penonton lebih banyak mendengarkan daripada melihat mereka.

-Sumber www.rsi.sg-

Tuesday, May 02, 2006

Muhammad menurut mereka....

Siapakah Muhammad itu..??
Tulisan ini mencoba memberikan persepsi lain atas Muhammad (SAW) dari orang2 yang bukan pengikutnya. Tujuannya sih, biar yang belum baca jadi baca, yang sudah baca baca lagi, (pengikutnya) yang belum cinta jadi cinta, yang sudah cinta jadi tambah cinta melebihi cinta pada dirinya, yang sudah cintanya kayak gitu yaa biar bisa nularin deh sama yang lain.

ENCYCLOPEDIA BRITANNICA "Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)"
MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA):
"Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia... Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung."
Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,' Vol. 1, No. 8, 1936.)
"Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris - bahkan Eropa - beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut."
" Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad - sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil 'sang penyelamat kemanusiaan'."
"Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini"
"Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang. Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini - dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE."
MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)
"Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33)".
Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:
"Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa... Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?" (Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277).
"Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini. Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang - semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut - hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih."
K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, "Muhammad, The Prophet of Islam"
Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan. Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.
PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:
Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan - dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.
THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP
"(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade."
"Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri."
"Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia."
EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM write:
"Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya' adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54). Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai 'hamba dan pesuruh Tuhan' dan demikianlah juga setiap tindakannya.
SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):
Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: 'Allah Maha Besar'... Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.
DIWAN CHAND SHARMA:
"Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)
James A. Michener, "Islam: The Misunderstood Religion," in READER'S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.
Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya.Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri. "Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi "Baca" adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis - dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: "Tiada tuhan selain Tuhan." "Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: "Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia." "Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: 'Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan- lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya". (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 - pen.)

W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52.
"Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa - semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad"
Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p.4.
"Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut."
Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92.
"Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya."
John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330
"Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat[Pratisto, Himawan] manusia . Muhammad"
John Austin, "Muhammad the Prophet of Allah," in T.P. 's and Cassel's Weekly for 24th September 1927.
"Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia".
Professor Jules Masserman "Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen).Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama."


-disadur dari millist-

Surat Cinta dari Manusia-manusia yang Malamnya Penuh Cinta

Surat Cinta dari Manusia-manusia yang Malamnya Penuh Cinta

Kami tujukan kepada :
Insan yang tersia-sia malamnya

Assalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh

Wahai orang-orang yang terpejam matanya,

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap,

Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena,

Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." (al-Hadits) Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,
Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an.

Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.

Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai,
Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena,

Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,
Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku."
Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda,
Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!".

Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,
Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,
Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam.

Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.

Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...


Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,

Salam Cinta,
(Manusia-Manusia Malam)

-sumber dari sebuah millist-