Ada beberapa millist yang saya ikuti selama ini, millist tentang iklan, marketing, komunitas pembaca sebuah majalah islam, komunitas sebuah partai, pantauan media, kalau dihitung-hitung ada lebih dari 10 mah millist dimana saya terdaftar menjadi anggotanya. Ini baru untuk account email saya di Dentsu.co.id, belum lagi email-email saya di Yahoo, dan Gmail.
Salah satu millist yang saya ikuti adalah millist Kritik Iklan, millist ini didirikan oleh Enda Nasution, seorang praktisi periklanan, yang sekarang berkarier di Thailand. Beliau oleh beberapa media dijuluki Bapak Perblogan Indonesia, karena kiprahnya di dunia blog ini baik didalam maupun luar negeri.
Pernah di millist ini saya mengkritik iklan obat nyamuk v***e, iklan ini memang relative baru dan sedang gencar di TV.
“Iya tuh iklannya menyesatkan..yang berbahaya juga kan nyamuk betina. Penyebab DBD juga kan nyamuk Aedes Aigepty betina. Terus masak diiklan tersebut, asapnya bisa membunuh nyamuk sih…? Kalau memang asap bisa membunuh nyamuk pasti akan banyak mayat nyamuk bergelimpangan dong? Kalau memang yang berbahaya adalah nyamuk betina, para guru dan kaum cendekia bisa nuntut lho, karena iklan ini bisa menyesatkan ilmu pengetahuan.”
Kurang lebih kalimat-kalimat seperti itu yang saya lontarkan ke millist. Rupa-rupanya ada seseorang yang tidak ikhlas dengan kritikan tersebut lantas mengirim email via japri yang kurang lebih seperti ini bunyinya.
“Man elo taunggak siapa yang buat tuh iklan? Gw sama team Ibu Jeanny yang buat, kalo elo pengen tahu silahkan turun ke lt 20.”
Ternyata eh ternyata iklan yang saya kritik adalah hasil karya teman sekantor..haha.. Begini-ni kalau kerja di agency gede, hasil kerjaan temen sendiri bisa ndak tahu.
Lantas saya kirim balik email untuk mohon maaf atas opini yang mungkin dianggapnya cukup pedas. Ntah emailnya yang emang nggak nyampe atau emang si dia “ngambek” karena sampai detik ini, email permohonan maaf tersebut tidak pernah ada balasannya.
Yaaa….setiap orang memang mempunyai karakter dan sikap sendiri, mungkin kritikan yang saya kemukakan dianggapnya terlalu pedas, menyinggung, dan tidak bisa menghargai jerih kerjanya. Tapi, yaa namanya juga opini, dan saya pikir millist itu didirikan juga untuk menampung neg-uneg segala macam tentang iklan…. Ya nggak sih?
Seharusnya dia bisa bersikap wise, gentle, berdada lebar untuk menerima segala macam kritikan itu, untuk kemudian dijadikannya sebagai pelecut untuk berkarya lebih bagus lagi. Kadang-kadang kita butuh masukan, teguran, kritikan dari orang lain, untuk menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan itu salahkah? Sesuai dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakatkah? Karena benar menurut kita kadang-kadang belum tentu menurut orang lain.
Dengan begitu tersadarlah bahwa kita ini makhluk yang tidak sempurna, banyak bolongnya disana-sini. Adapun segala ujian yang datang kepada kita itu semata-mata karena Yang Maha Sempurna menutup segala aib dan keburukan kita.
No comments:
Post a Comment